Showing posts with label Bisnis Usaha. Show all posts
Showing posts with label Bisnis Usaha. Show all posts

Saturday, April 11, 2015

-=Welcome to Wood Fluor / Powder Delima Mas Indonesia=-

Dear Hello ! 


We are from Indonesia and we are sell and produce manufacturer the (Grajen) wood flour (sawdust) / wood powder / Teak / Mahogany / Mixed / Borneo Wood / Wood java / albasiah / Merbaung / Trembesi / Camphor / Sticky etc, with a fineness of 60 mesh, 80 mesh, 140 mesh up as a customer request with a production capacity 1000 - 2500 tons per month and Ready to Export for +5000 ton / month to Worldwide Shipment All round the World's. 

We are here to serving you !

shipment3.jpg (360×249)

For more further information 

Please Call us now on Here

Friday, December 19, 2014

Mengolah Serbuk Kayu Menjadi Arang Briket

pembuatan arang briketMengolah Serbuk Kayu Menjadi Arang Briket
Selama ini limbah serbuk kayu banyak menimbulkan masalah dalam penanganannya yang selama ini dibiarkan membusuk, ditumpuk dan dibakar yang kesemuanya berdampak negatif terhadap lingkungan sehingga penanggulangannya perlu dipikirkan.
Salah satu jalan yang dapat ditempuh adalah memanfaatkannya menjadi produk yang bernilai tambah dengan teknologi aplikatif dan kerakyatan sehingga hasilnya mudah disosialisasikan kepada masyarakat.
Pengolahan waste to product merupakan pengolahan limbah menjadi bahan baku atau produk baru yang bernilai ekonomis. Dalam pengelolaannya, waste to product harus menerapkan prinsip-prinsip:
  • Reduce; Reduce artinya mengurangi. Dalam hal ini, diharapkan kita dapat mengurangi penggunaan material kayu yang dapat menambah jumlah limbah serbuk kayu, serta dapat mengurangi dan mencegah kerusakan hutan akibat penebangan hutan secara liar tanpa memperhatikan kondisi lingkungan.
  • Reuse; Reuse artinya pemakaian kembali. Dalam pengolahan limbah serbuk gergaji ini, maksudnya adalah menggunakan kembali serbuk gergaji menjadi bahan baku untuk membuat briket arang yang bernilai ekonomis.
  • Recycle; Recycle artinya mendaur ulang. Dalam pengolahan limbah serbuk gergaji ini, maksudnya adalah mendaur ulang serbuk gergaji menjadi produk baru, yaitu briket arang.
  • Dapat mengurangi biaya; Seperti telah diketahui, saat ini sedang terjadi krisis energi bahan bakar. Saat ini minyak tanah telah langka, dan harga gas LPG melonjak. Banyak rakyat kecil yang merasa terbebani dengan adanya kenaikan harga gas LPG tersebut. Dengan adanya briket arang, diharapkan hal tersebut dapat teratasi dan mampu menolong rakyat kecil. Pengolahan limbah serbuk kayu menjadi briket arang sangat mudah dan biaya produksinya pun sedikit, karena bahan bakunya berasal dari limbah yang dengan mudah dapat kita peroleh dimana-mana. Selain itu pengolahan limbah ini juga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat bila pembuatan briket arang ini dikelola dengan baik untuk selanjutnya briket arang dijual. Bahan pembuatan briket arang mudah didapatkan disekitar kita berupa serbuk kayu gergajian.
  • Mampu menghemat energi; Pengolahan limbah serbuk gergaji menjadi briket arang terbukti mampu menghemat penggunaan energi. Pada tahun 1990 berdiri pabrik briket arang tanpa perekat di Jawa Barat dan Jawa Timur yang menggunakan serbuk gergajian kayu sebagai bahan baku utamanya. Kualitas briket arang yang dihasilkan mempunyai nilai kalor kurang dari 7000 kal/g yaitu sebesar 6341 kal/g dan kadar karbon terikatnya sebesar 74,35 %. Namun demikian studi yang dilaksanakan di Jawa Barat menunjukkan bahwapabrik briket arang dengan kapasitas sebanyak 260 kg briket arang/hari dapat menguntungkan. Di pasar swalayan sekarang dapat dibeli briket arang dari kayu dengan dengan harga jual Rp 12.000/2,5 kg. Apabila briket arang dari serbuk gergajian ini dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif baik sebagai pengganti minyak tanah maupun kayu bakar maka akan dapat terselamatkan CO2 sebanyak 3,5 juta ton untuk Indonesia, sedangkan untuk dunia karena kebutuhan kayu bakar dan arang untuk tahun 2000 diperkirakan sebanyak 1,70 x 109 m3 (Moreira (1997) maka jumlah CO2 yang dapat dicegah pelepasannya sebanyak 6,07 x 109 ton CO2/th.
  • Eco-efisiensi; Eco-efisiensi disini maksudnya pengolahan limbah serbuk gergaji diharapkan dapat berimbas positif terhadap lingkungan. Dengan penggunaan briket arang sebagai bahan bakar maka kita dapat menghemat penggunaan kayu sebagai hasil utama dari hutan. Selain itu memanfaatkan serbuk gergaji sebagai bahan pembuatan briket arang maka akan meningkatkan pemanfaatan limbah hasil hutan sekaligus mengurangi pencemaran udara, karena selama ini serbuk gergaji kayu yang ada hanya dibakar begitu saja.
Sebagai informasi tambahan, berikut merupakan cara pembuatan briket arang dari limbah serbuk gergaji.
1. Peralatan :
  •     Ayakan ukuran lolos 50 mesh dan 70 mesh
  •     Cetakan briket
  •     Oven.
2. Bahan :
  •     Serbuk gergaji
  •     Tempurang kelapa
  •     Lem kanji
3. Tahapan pembuatan :
  • Pengarangan. Serbuk gergaji dan tempurung kelapa dibuat arang dengan pengarangan manual (dibakar).
  • Pengayakan. Pengayakan maksud untuk menghasilkan arang serbuk gergajian dan tempurung kelapa yang lembut dan halus. Arang serbuk gergaji diayak dengan saringan ukuran kelolosan 50 mesh dan arangtempurung kelapa dengan ukuran 70 mesh.
  • Pencampuran media. Arang serbuk gergaji dan tempurung kelapa yang telah disaring selanjutnya dicampur dengan perbandingan arang serbuk gergaji 90 % dan arang tempurung kelapa 10 %. Pada saat pencampuran ditambah dengan lem kanji sebanyak 2,5 % dari seluruh campuran arang serbuk gergaji dan tempurung kelapa.
  • Pencetakan Briket Arang. Setelah bahan-bahan tersebut dicampur secara merata, selanjutnya dimasukkan ke dalam cetakan briket dan dikempa

Manfaat Wewangian untuk Kesehatan: Dupa wangi Bali

Aroma therapy sudah menjadi salah satu cara untuk pengobatan dalam penyembuhan penyakit.
Berikut ini saya berikan gambaran dan informasi mengenai beberapa manfaat yang akan diperoleh dalam Aroma Wangi untuk kesehatan :



Citronella untuk mengurangi ketegangan, meredakan hidung tersumbat, mengatasi insomnia, dengkur dan migrain.

Eucalyptus (kayu putih) berguna melegakan pernafasan, meringankan masalah hidung sensitif, bronchitis, asma, batuk, pilek, demam dan flu.

Lavender agar mudahkan tidur, meredakan kegelisahan, mengatasi depresi, mengurangi perasaan ketegangan.

Teh hijau (green tea) untuk memperbaiki sistem peredaran darah, membantu mengeluarkan dahak dan membersihkan paru-paru. Juga memperlambat proses penuaan.

Sandalwood (cendana) bermanfaat untuk menghilangkan rasa cemas dan aromanya sangat bermanfaat untuk meditasi.

Rose (bunga mawar) untuk menciptakan suasana romantis dan penuh gairah, memperbaiki metabolisme dan sistem peredaran darah, menyeimbangkan hormon, meringankan kepekaan kulit sensitif dan alergi.

Bunga kenanga berguna meringankan tekanan darah tinggi, mengeluarkan sebum pada kulit.

PeppermintAroma yang menyegarkan, membangkitkan suasana, mengurangi sakit perut, ketegangan, dan menyembuhkan sakit kepala.

Lotus (bunga teratai) meningkatkan vitalitas, dan konsentrasi, mengurangi panas dalam, meningkatkan fungsi limpa dan ginjal.

Lemon dapat mengurangi stres dan anti depresi, meningkatkan mood dan merelakskan pikiran serta memberi perasaan segar.

Vanilla dengan aroma lembut dan hangat mampu menenangkan pikiran.
Jasmine (bunga melati) berfungsi sebagai aphrosidiac sensual untuk merangsang dan menciptakan suasana romantis.

Strawberry dapat meningkatkan selera makan, mengurangi penyakit jantung, tekanan darah tinggi dan kanker. (Sumber Republika.co.id )




Di Bali yang terkenal dengan sebutan pulau dewata, wewangian akrab sekali dengan kehidupan sehari-hari. Selain wangi dari bunga-bunga yang dipersembahkan dan dipergunakan untuk persembahyangan, aroma wangi juga tercium dari asap dupa yang mengepul setiap hari. Aroma dupa, dapat digunakan untuk terapi dan meditas sesuai dengan aroma wewangiannya. Namun perlu diperhatikan bahwa aroma yang berlebihan dan kecenderungan menggunakan bahan-bahan kimiawi tidak baik bagi kesehatan. Perlu diwaspadai dan diperhatikan dalam pembelian  dupa yang dipergunakan untuk persembahyangan, utamakan bahan-bahan yang alami dan tidak mengganggu kesehatan.

Alangkah baiknya kita hati-hati, karena jika salah pilih bukannya kesehatan yang diperoleh tetapi sebaliknya, malah sesak nafas dan sakit yang diperoleh, bahkan mungkin sakit lainnya yang berhubungan dengan zat kimia yang kita hirup.

Memberdayakan Warga Melalui Dupa Herbal

Selama ini suplai dupa memang masih dikuasai oleh produsen-produsen di luar Bali khususnya daerah Jawa.

Memberdayakan Warga Melalui Dupa HerbalI Made Dwija Nurjaya (dok pribadi via Kontan)
Peluang bisnis dupa di Bali memang sangat menggiurkan. Dalam sehari, satu keluarga di Bali bisa menggunakan sebanyak 15 dupa untuk upacara keagamaan harian. Jika mayoritas keluarga-keluarga di Bali menggunakan dupa setiap hari, ceruk bisnis memproduksi dupa tentu cukup besar.

Melihat peluang bisnis itulah, I Made Dwija Nurjaya membidik bisnis ini denganmemberdayakan masyarakat Bali di lingkungannya. Melihat hal itu, Dwija mantap menjalankan bisnis ini agar warga di Bali tidak lagi bergantung pada produk dupa dari luar Bali. Berbekal pengalaman bekerja di salah satu sektor usaha kreatif di Bali, Dwija mencoba mendirikan usaha sendiri di tahun 2003 silam.

Dwija mengatakan, selama ini suplai dupa memang masih dikuasai oleh produsen-produsen di luar Bali khususnya daerah Jawa. Selain itu, produksi dupa dari China juga cukup mendominasi suplai dupa di Bali, selain India. Dia bilang, lantaran kebutuhan dupa di Bali sangat tinggi, tidak heran jika kiriman dupa dari luar pulau Bali bisa mencapai 10 ton dalam sehari.

Sekitar lima ton dupa berasal dari luar Bali terutama dari daerah-daerah di Jawa. Sebagian lagi impor dari sejumlah negara seperti China. Jika bagian impor bisa diambil alih oleh produsen lokal di Bali, maka hitung-hitungan keuntungan yang bisa diraih tentu cukup menggiurkan.

Meskipun pasokan dupa masih di dominasi oleh dupa dari Jawa dan impor, pria lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana Bali ini mencoba untuk menjadi pemasok utama di daerahnya sendiri, terlebih untuk dupa herbal buatannya. Ia mengklaim hanya dirinya yang memproduksi dupa herbal di Bali bahkan di Indonesia.

Dalam segi pemasaran, Dwija hanya memasarkan dupa herbal buatannya melalui mulut ke mulut dan melalui online. Dwija merasa tak menemui kesulitan untuk memasarkan karena dupa buatannya punya karakteristik khusus, yakni berbahan baku herbal. "Saya disarankan oleh pihak pemkot Bali supaya dupa herbal ini memiliki ciri khas," ujar Dwija
Kini, ia dipercaya untuk tetap memasok dupa ke sejumlah daerah yang ada di Bali. Lewat bisnis dupa herbal ini, di tahun 2013 lalu Dwija diganjar penghargaan "Sarana Budaya Ekonomi Kreatif" oleh pemerintah kota di Bali.

Saat ini ia sedang fokus menjadikan usahanya semakin berkembang dan menjadi satu-satunya pemasok dupa herbal utama di Bali, sehingga warga Bali tidak lagi memiliki ketergantungan kepada daerah lain.

Menurut Dwija, faktor penting yang mendorong usaha berkembang, karena ia memberdayakan masyarakat di sekitar tempat tinggalnya untuk memproduksi dupa.

Modal Awal Rp 300 Ribu, Kini Omzet Milyaran Rupiah

Modal Awal Rp 300 Ribu, Kini Omzet Milyaran RupiahSumber Foto : beritabali.com
Beritabali.com, Gianyar. Berawal dari rasa jengah (termotivasi) untuk maju dan menjadi orang sukses,  Ketut Purnama memutuskan untuk memilih profesi dagang sebagai mata pencaharian hidup. Dan kini terbukti pilihannya itu tidak keliru. Dari modal usaha awal yang hanya Rp 300 ribu, usaha Ketut kini berkembang pesat dengan aset mencapai milyaran rupiah.
      
"Ini semua berawal dari rasa jengah, saat saya bekerja di Kuta 12 tahun lalu. Waktu itu saya punya pemikiran, kok di Kuta masyarakat Bali seperti terpinggirkan. Yang jualan di Kuta, semuanya orang dari luar Bali, tidak ada orang Bali yang dagang di sana. Mulai asesoris hingga makanan, semua yang jualan dari luar Bali," ujar Ketut, saat dijumpai di lokasi usahanya, di Desa Keramas, Gianyar, belum lama ini.
      
Karena rasa jengah, termotivasi  untuk maju, Ketut kemudian mulai mencoba bisnis kecil-kecilan. Dengan modal awal Rp 300 ribu, ia mulai mencoba bisnis handycraft atau kerajinan tangan.
      
"Modalnya Rp 300 ribu, itu uang untuk beli celana jins sebenarnya. Saya kemudian mulai coba bisnis jadi pemasok dupa untuk aroma terapi ke Kuta, dan syukur ini kemudian berkembang hingga akhirnya bisa seperti sekarang ini,"ujarnya.
      
Dunia dagang, kata Ketut, sudah mulai digeluti sejak kecil. Waktu kecil, ia sudah mulai bisnis mercon. " Dari kecil saya sudah dagang mercon, beli mercon di Gianyar lalu jual di Keramas. Beli Rp 25, lalu jual Rp 75,"kenangnya.
      
Hobi dagang, kemudian diteruskan saat ia kuliah di Kota Gudeg Yogyakarta tahun 1996. Waktu itu Ketut membawa Bed Cover dari Bali untuk dijual di Yogyakarta. Setamat kuliah, Ketut kemudian mencoba bisnis barang kerajinan. Ia membeli kerajinan bebek dari akar bambu di Klaten untuk dijual di Bali."Kerajinan bebek dari akar bambu dari Klaten ini saya jual ke Ubud dan Kuta, dan ternyata laku," ujarnya.
Tahun 2001 Ketut mulai serius terjun di dunia dagang dengan menjadi pemasok dupa dan lilis untuk aroma terapi. Produknya dipasarkan di sejumlah lokasi di wilayah Kuta dan Nusa Dua.
      
Setelah sukses di bisnis dupa, lilin, dan produk aroma terapi lainnya, tahun 2009 Ketut mulai melirik bisnis oleh-oleh khas Bali dan minimarket.
"Tahun 2009 saya mencoba bisnis oleh-oleh dan minimarket di Kuta, yakni Q Mart dan Wake Bali Art Market. Saat ini Q Mart sudah berkembang menjadi 16 buah di  wilayah Kuta, Gianyar, dan Denpasar,"jelasnya.
      
Sukses di bisnis minimarket dan toko oleh-oleh, Ketut merambah bisnis lainnya seperti bisnis properti dan sekolah mulai tingkat playgroup, TK, hingga SD pada tahun 2010. Terakhir, di tahun 2013 Ketut Purnama membuka usaha wisata adventure di kampung halamannya di Desa Keramas. Usaha wisata adventure ini diberi nama Wake Bali Adventure.
      
Kini, usaha Ketut semakin berkembang dengan jumlah karyawan mencapai 400 orang karyawan. Dengan modal awal usaha Rp 300 ribu, kini perputaran roda bisnisnya sudah menghasilkan omzet penghasilan milyaran rupiah.
     
Bagi Ketut, dunia dagang itu dunia yang sangt menarik, menjanjikan dibanding dunia pekerjaan lainnya. Di dunia dagang, ada banyak tantangan dan pelajaran yang bisa didapat, selain pergaulan yang dinamis.
      
Terkait masih minimnya orang Bali yang menekuni dunia dagang seperti dirinya, Ketut menyatakan ini lebih disebabkan oleh kurangnya faktor keberanian dalam memulai sebuah usaha.
      
"Keberanian orang Bali itu banyak, judi dia berani, tapi ketika diajak terjun ke bisnis kok jadi takut. Orang Bali condong ingin cepat datangkan hasil, tidak mau investasi di awal,"ujar pria kelahiran Gianyar, 25 Oktober 1975 ini. (dev)

Wirausaha: Sukses Bisnis "Dupa Ayur" Made Dwija Wijaya

Wisata wirausaha saya di Bali selanjutnya adalah mengunjungi usaha Bli Made Dwija Wijaya. Kisah usahanya dituturkan I Made Dwija Wijaya, pemilik usaha pembuatan dupa bernama Dupa Ayur di Denpasar. Kisah nya dari keprihatinan dan semangat untuk merubah menjadi kondisi masyarakat disekitar tempat tinggal bli Made, banyak nya kriminalitas yang berkembang dan praktek prostitusi dari para pendatang di wilayah tempat tinggal nya membuat Bli Made memutar otak untuk bagaimana cara jita untuk mempengaruhi masyarakat untuk berubah. Bli Made memulai "pergerakan" yang mengkombinasikan antara pendekatan Spiritual (bukan agama) dan Social Economic. "Kalo ekonomi nya terpenuhi maka spiritual nya akan mudah untuk diperbaiki" ujar nya. 

Pria yang sangat sederhana ini merintis usaha ini pada 2003 namun baru benar-benar beroperasi secara komersial pada 2005. Keputusannya membuat usaha dupa dipicu oleh kenyataan bahwa kebutuhan dupa di Bali justru banyak bergantung dari wilayah di luar Bali. Padahal, dupa merupakan sarana penting dalam kegiatan kegamaan di Bali. “Bayangkan, setiap hari ada 10 ton dupa yang datang dari luar Bali,” tutur Made Dwija.


Made Dwija Wijaya bersama karyawan nya yang rata-rata ibu ramh tangga

Selama periode awal usahanya, Made Dwija mengaku banyak merugi. Saat itu, dia masih belum menemukan komposisi yang tepat supaya bisa untung. Seringkali dengan harga dupa yang dijual ternyata tidak menutupi biaya produksi. “Baru pada 2005 saya menemukan ekulibrium, kira-kira untruk bisa untung, komposisinya seperti apa,” kenang dia. Sejak itu, perlahan demi perlahan, usaha Made Dwija mulai berkembang.

Ibu-ibu yang menfaatkan waktu luang bekerja membuat dupa

Apalagi sejak mendapat bantuan pendanaan dari PT Sarana Bali Ventura, perusahaan di bidang modal ventura. Usaha pembuatan dupa yang semula hanya dikerjakan 8 tenaga kerja kini melibatkan 50 tenaga kerja yang berasal dari masyarakat sekitar. Uniknya, seluruh pekerja di Dupa Ayur adalah perempuan. “Ini adalah bagian dari pemberdayaan masyarakat, karena memang menjadi salah satu tujuan saya saat membuka usaha dupa,” ungkap Made Dwija.

Dupa Ayur

Bli Made Dwija memanfaatkan para ibu-ibu rumah tangga yang ada di sekitar rumah nya untuk menjdi karyawan dan bersama-sama merintis usaha ini. Saya tanyakan, kenapa ibu-ibu rumah tangga bli?...."Karena ibu-ibu rumah tangga lebih teliti dan bertanggung jawab dibanding pria nya, dan mereka mau bekerja lebih rajin" jawab Made.



Saat ini produksi Dupa Ayur mencapai 25 ribu batang dupa per hari dengan omzet rata-rata Rp 200 juta per bulan. Berbeda dengan dupa pada umumnya, dupa yang diproduksi Dupa Ayur menggunakan bahan baku rempah-rempah. “Untuk dupa berbahan baku rempah-rempah ini belum ada yang produksi di Bali, sehinga bisa dibilang belum ada pesaing,” singkap Made Dwija.

Tepung Kayu, Dari Limbah Jadi Berkah

Tepung Kayu, dari limbah bisa dijadikan beragam produk Berbagai produk industri dan konsumen dapat diturunkan dari berbagai limbah kayu biasa. Mereka memiliki aplikasi dalam produk kayu komposit, sebagai pengisi dalam plastik dan perekat, dan sejumlah produk industri dan konsumen lainnya. Limbah kayu sering yang dibakar (dibakar), fermentasi (untuk membuat metana atau alkohol) atau digunakan dalam bioreaktor (untuk membuat karbon dan hidrogen) untuk produksi energi, bahan bakar atau bahan kimia industri.
Salah satu produk dari limbah penggergajian kayu adalah “tepung kayu”. CV Delima Mas  menyediakan tepung kayu dengan kualifikasi mesh 80 kualitas ekspor untuk kebutuhan anda. Silahkan kontak kami di halaman ini untuk informasi lebih lanjut.



Sehubungan dengan produksi energi, industri hasil hutan mengkonsumsi 85 persen dari semua limbah kayu yang digunakan untuk produksi energi di Amerika Serikat. Penggunaan luas dari sumber daya biomassa akan langsung menguntungkan banyak perusahaan hasil hutan yang pertumbuhannya menghasilkan residu lebih dari yang mereka gunakan secara internal. Ini kelebihan bahan memiliki potensi untuk menjadi dasar bagi usaha mendukung ekspansi ke produk komposit-bahan manufaktur dan skema pemanfaatan co-produk serupa nilai tambah. Sebagian besar produksi listrik dari biomassa yang dikonsumsi di tempat, dengan beberapa produsen menjual kelebihan daya ke dalam grid publik. Secara keseluruhan, 70 persen atau lebih dari daya limbah kayu adalah co-dihasilkan dengan panas proses industri.

Berbagai dampak sosial akibat dari penggunaan biomassa untuk pembangkit listrik. Kekuatan pasar berubah bagaimana industri listrik AS fundamental beroperasi. Limbah kayu dan biomassa pertanian, tenaga angin, limbah kota dan sejumlah bahan baku lainnya membentuk kembali bagaimana listrik diproduksi, didistribusikan, dibeli dan dijual. Daya pemasar dipaksa untuk menawarkan listrik ramah lingkungan, termasuk bio-kekuatan yang, setidaknya sebagian, co-dihasilkan dari pembakaran halaman perkotaan dan limbah kayu konstruksi.

Pemain baru yang penting mungkin masyarakat pertanian. Penggunaan residu tanaman, pupuk ternak dan rotasi pendek-intensif-budaya (SRIC) penanaman tumbuh cepat “kayu rumput” spesies pohon sebagai sumber bahan bakar dapat meningkatkan ekonomi pertanian sementara memecahkan beberapa masalah lingkungan yang paling keras di bidang pertanian hari ini. Dalam sistem SRIC, “kayu rumput” spesies dibudidayakan dan kemudian terkelupas di tempat untuk digunakan dalam produksi energi (dengan pembakaran) atau manufaktur produk kayu (komposit). Munculnya tanaman energi untuk produksi listrik adalah pasar pertanian baru. Namun, tanaman ini memberikan konservasi tanah dan manfaat pengelolaan hara tanah dan mungkin tidak kompatibel dengan program insentif konservasi pemerintah set-samping. Peningkatan pemanfaatan kayu-biomassa akan berdampak kelompok lainnya, termasuk arsitektur dan rekayasa perusahaan, konsultan, dan pengolahan dan penanganan vendor peralatan.

Penggunaan – serutan dan Tepung Kayu

Serutan dan serbuk gergaji mungkin reground menjadi tepung kayu, atau tepung kayu dapat pulih seperti ukuran “debu” bahan yang telah disaring dan dipisahkan. Tepung kayu memiliki pasar industri utama di industri pengisi, pengikat dan extender dalam produk industri seperti epoxy resin, pupuk, perekat, bahan penyerap, merasa atap, komponen lembam peledak, keramik, ubin lantai, produk pembersih, pengisi kayu, caulks dan putties, tanah Extenders dan array yang luas dari plastik. Beberapa tepung kayu seperti mesquite dapat digunakan dalam perasa dimakan untuk konsumsi manusia atau hewan peliharaan.

Serutan dan tepung kayu dapat dipasarkan untuk digunakan dalam produk kayu komposit dibentuk atau dilaminasi (misalnya, kursi toilet, meja) dalam bahan otomotif dan minyak dan air isolasi dan produk pemadatan untuk industri pengendalian lingkungan. Kegunaan lain termasuk pengisi, curah serutan, serbuk gergaji, babi bakar (serutan kulit kering), chip daging asap rokok, bahan bakar memasak barbeque dan log perapian komposit. Aplikasi lansekap meliputi taman bermain “pijakan,” berkuda arena dan lainnya “kayu tepi pijakan” (margin keamanan dan material jalan setapak) dan beberapa pameran dan tradeshow aplikasi
Saat ini, penggunaan utama dari serutan kayu kering diterjunkan adalah untuk kuda dan ternak tidur atau kecil aplikasi tempat tidur hewan peliharaan. Ini biasanya mengambil bentuk bahan aromatik dari timur cedar merah, lembut pinus ponderosa, klorofil pinus dan aspen. Dalam beberapa kasus, produk-produk kayu yang dicampur dengan “non-kayu” residu pertanian seperti tongkol jagung. Produk ini dapat dibuat untuk hewan peliharaan tertentu seperti anjing, kucing, hamster dan gerbil atau hewan kecil lainnya. Terkait produk mungkin termasuk liners kotak sampah, semua tisu alami, dan bau dan noda eliminator.

Sukses berbisnis dupa herbal

Sukses berbisnis dupa herbal (1)
Kejelian melihat peluang bisnis menjadi kunci sukses seorang pengusaha. Ini pula yang terjadi pada I Made Dwija Nurjaya. Melihat tingginya permintaan dupa di Bali untuk kegiatan keagamaan, ia merintis karier di bisnis pembuatan dupa. Kini pria yang akrab disapa Dwija telah sukses menjadi produsen dupa di Bali di bawah bendera Dupa Ayur.
Selain untuk acara keagamaan, Dupa buatan Dwija ini juga cocok untuk aroma terapi, lantaran dupa buatannya terbuat dari bunga kenanga, kayu manis dan buah pala. Ia menjual mulai dari dupa galang kangin, dupa sandi kala, dupa mini hotri dan dupa jombo. Dwija mengklaim, dupa miliknya berbeda dari dupa lain yang mengandung potasium dan soda api. "Itu tidak baik untuk paru-paru,"  ujar Dwija.
Lantaran berbahan baku herbal, ia berani menyebut dupa buatannya berkualitas baik dan lebih aman jika terhirup. Dwijaya bilang, dupa buatannya hampir sama dengan dupa impor dari India.
Usaha pembuatan dupa ini ia telah rintis sejak 2003. Dari tahun ke tahun, bisnisnya terus berkembang. Saban hari, Dwijaya bisa menghasilkan 20.000 hingga 25.000 batang dupa. Harga jual Dupa buatannya bervariasi, mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 110.000 per bungkus berisi 10 dupa.
Pria kelahiran Bali 48 tahun silam ini mengklaim, dupa herbal berbahan rempah ini, sampai saat ini belum ada pesaingnya di Indonesia khususnya di Bali. Dwija juga tak merasa kesulitan karena seluruh bahan baku rempah yang ia gunakan berasal dari rempah-rempah asal Indonesia. "Indonesia kaya akan rempah. Tidak ada rempah-rempah yang harus ia impor," ujar pria lulusan Universitas Udayana jurusan ekonomi ini.
Saat ini, dupa Ayur menjadi dupa andalan yang di jual hampir di seluruh daerah di Bali. Bahkan, sering kali ia juga mengekspor dupa ke Malaysia hingga Vietnam. Tak heran, Dwijaya mampu meraup omzet hingga |Rp 200 juta dalam sebulan. Namun, bila sedang ada acara-acara khusus seperti perayaan upacara keagamaan, omzet jualannya bisa meningkat hingga Rp 250 juta per bulan.
Hingga tahun ini, Dupa Ayur sudah mampu menyaingi dupa buatan luar negeri. Asal tahu saja, Dwija bilang, dupa impor yang masuk ke Bali bisa mencapai 10 ton dalam sehari. "Warga Bali tak harus kalah dengan itu," tuturnya.
Maka dari itu, Dwija mencoba untuk menyaingi dupa impor dengan memperbarui kemasan agar lebih menarik. Dalam menjalankan usahanya ini, Dwija dibantu oleh istrinya. Kemudian, ia mulai mempekerjakan warga sekitar rumahnya yang tidak lagi memiliki pekerjaan.
Ketika mengawali bisnis ini, Dwija hanya dibantu oleh tiga orang karyawan, dengan produksi kurang dari 1.000 dupa. Saat ini Dwija telah memiliki 15 pekerja di tempatnya di Denpasar. Tak cuma itu, Diwja juga dibantu oleh  puluhan pekerja yang bekerja di rumah masing-masing. "Niat usaha ini hanya ingin bisa memberdayakan dan membantu ekonomi warga di sekitar tempat tinggal saya," ucap pria yang saat ini memiliki dua orang anak.

Tentang Getah Damar

Sumber Gambar: reza.
Di daerah Lampung Barat, tepatnya di Desa Krui, banyak terdapat perkebunan Damar. Damar adalah salah satu komoditi terbesar di daerah Lampung, bahkan terbesar di Indonesia. Pohon damar dapat dimanfaatkan kayu dan getahnya. Getahnya digunakan sebagai bahan baku untuk memproduksi berbagai produk seperti pernis, cat, tinta, kemenyan dan kosmetik. Getah ini juga banyak diekspor ke mancanegara seperti Bangladesh, India, Italia, Belgia, Pakistan, German dan Arab SaudiPenggunaan getah damar ini di masyarakat Indonesia pada umum nya dipakai sebagai wewangian dengan cara membakar langsung dengan menggunakan media arang yang dipergunakan pada upacara tertentu, dimana aroma wewangian yang dihasilkan cukup lembut ( tidak sekuat aroma kemenyan ), juga bagi beberapa produsen wewangian dipergunakan sebagai bahan campuran  dengan bebabagai macam jenis minyak  wangi tertentu sehingga diperoleh bentuk padat  wewangian. dimana kegunaan nya sama dipakai untuk pengharum ruangan atau acara ritual tertentu dengan dibakar melalui media arang.
Getah Damar

Damar  siap Jual
Getah damar ini sebelum dikirim kepedagang disortir lebih dulu,  ada yang puith ( kristal ) , kekuninbg2an, dan yang berwarna kemerah2an / kecoklat2an. Pada gambar yang atas  adalah damar yang banyak beredar dipasaran lokal dimana damar tersebut sudah disortir sehingga hanya ukuran tertentu saja, sedangkan untuk yang paling kecil disebut debu, biasanya untuk ukuran debu dipakai oleh pabrik2 untuk campuran. 
Disini kami menyediakan damar seperti pada gamnbar, dalam kemasan karung dengan berat : 25 kg dan 50 kg.

BISNIS DUPA di tanah air

DAYU dengan DUPAnya

I. Berawal Dari Meniru.

Penduduk kota harus kreatif agar bisa memenuhi kebutuhan hidup, jika tidak kreatif maka akan menjadi pengangguran dan kaum miskin. Ini prinsip Dra. Ida Ayu Armapurnawati (44), sarjana pendidikan kelahiran Jembrana, yang tinggal di daerah Monang-Maning Denpasar. Dayu, demikian nama panggilannya, pernah mengalami krisis ekonomi dalam keluarganya. Penghasilan suami sebagai pedagang keliling barang konsumsi sehari-hari sangat pas-pasan. Kondisi ini mendorong Dayu untuk mencari solusi.

Dilihatnya ada salah satu barang yang dijual suaminya sangat laris, yaitu dupa. Dari inilah muncul ide membuat dupa untuk dijual oleh suami. Teknik membuat dupa pun didalaminya bersama suami sampai akhirnya bisa membuat dupa dengan kualitas yang mirip dengan produksi pabrik. Produk hasil meniru ini ternyata laku. Dari peristiwa tahun 2002 itu, Dayu yakin usaha ini akan maju karena dupa sudah menjadi kebutuhan masyarakat.

II. Mengembangkan Usaha

Mengelola usaha ternyata sangat rumit, oleh karena itu Dayu ingin meningkatkan kemampuannya berwirausaha. Tahun 2007 Dayu mengikuti kegiatan Tenaga Kerja Pemuda Mandiri Profesional (TKPMP) Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Bali. Kegiatan ini mendidik pesertanya agar mampu berwirausaha.

Untuk mengembangkan usaha yang telah dirintis oleh Dayu bersama suaminya, pemerintah saat itu memberi bantuan sarana usaha senilai Rp. 2,5 juta. Usaha dupa ini mulai meningkat secara bertahap, baik jumlah produksi, omzet maupun daerah pemasarannya. Sang suami pun berhenti berdagang keliling agar lebih serius berbisnis dupa. Perjuangan mereka tidak sia-sia. Dupa bermerek ”Cahaya Dewata” saat ini telah merambah Bali, Lombok, Sulawesi dan Lampung.

Usaha rumah tangga yang tergolong usaha sektor informal ini menyerap tenaga kerja dari tetangga sekitarnya yang memerlukan pekerjaan atau penghasilan tambahan. Sekitar 10 orang tetangga bekerja membungkus dupa ini dengan upah Rp. 300,-/bungkus. Produksi perusahaan mikro ini sekitar 500 bungkus/hari. Pekerja boleh membungkus dupa di rumah sendiri atau di rumah Dayu. Pembungkusan dupa di rumah Dayu hanya berlangsung di sore hari, karena pagi hari digunakan untuk mencelup dupa dengan aroma dan warna tertentu. Dayu membayar upah pembungkusan sekitar Rp. 4 juta/bulan.

Pada mulanya Dayu membuat dupa dari proses awal, mulai dari menyiapkan tangkai dupa (stick), mencampur bahan baku, dan seterusnya. Proses ini ternyata tidak ekonomis dan mengganggu kebersihan/kesehatan lingkungan karena Dayu tinggal di lingkungan padat penduduk. Strategi produksi lalu diubah dengan membeli dupa setengah jadi, baik produksi luar negeri (Cina atau Taiwan) maupun dalam negeri (Jawa Timur dan Bali).

Proses produksi dimulai dari pencelupan dupa dengan aroma tertentu, pengeringan, pembungkusan dan pemasaran. Jenis aroma dupa yang diproduksi antara lain aroma tulip, lotus, jempiring, jasmin (melati), pudak, jepun, musk, cempaka, cendana, madu, dan kresna. Dari berbagai aroma tersebut, dupa beraroma lotus (teratai) yang paling laris.

Dayu menyadari bahwa kesuksesan suatu usaha sangat ditentukan oleh aspek pemasaran. Oleh karena itu, pengusaha mikro alumnus TKPMP ini berupaya membina tenaga pemasarannya, baik yang di Denpasar maupun di daerah lainnya. Di Denpasar, Dayu memiliki dua orang pegawai tetap sebagai tenaga pemasaran yang dinilainya sudah andal. Beberapa orang yang berprofesi sebagai pegawai negeri sipil di Kota Denpasar juga ikut memasarkan dupa ini, tentu dengan sistim imbalan tertentu. Di daerah Bali, sekitar 20 orang terlibat memasarkan dupa ini.

Untuk menambah gairah kerja para tenaga pemasaran ini, mereka dibolehkan menjual dupa sedikit di atas harga yang ditentukan oleh Dayu. Dari berbagai daerah pemasaran, Kabupaten Buleleng dan Jembrana merupakan daerah yang paling banyak memesan. Omzet untuk dua kabupaten ini mencapai Rp. 15 juta per bulan, sedangkan daerah lainnya hanya sekitar Rp. 4 juta. Mengenai permodalan, pengusaha mikro ini mengandalkan kredit usaha dari Bank Rakyat Indonesia. Penggunaan kredit ini tentu sudah dipertimbangkan secara matang.


III. Masalah Itu Ibarat Pupuk.

Dayu optimis usahanya akan berkembang dengan baik, walaupun permasalahan bisnis selalu terjadi. Persaingan bisnis dupa cukup ketat karena perusahaan dupa sangat banyak. Oleh karena itu, Dayu pun menjaga kualitas produknya dengan baik. Dia menyadari bahwa menjaga kualitas produk merupakan hal yang sangat penting dalam berbisnis. Jika konsumen kecewa dengan kualitas produknya, maka kerugian pasti terjadi. Berita tentang jeleknya kualitas suatu barang sangat cepat menyebar.

Tertipu atau dikecewakan oleh konsumen atau pelanggan, bahkan oleh pegawai sendiri pun pernah dialaminya. Suatu ketika, pegawai yang dipercayainya memegang resep rahasia ramuan dupa tiba-tiba minta berhenti dan akhirnya ketahuan yang bersangkutan mendirikan usaha dupa sendiri. Tetapi kejadian itu tidak menyurutkan semangatnya berwirausaha. Supaya tidak terlalu kecewa, dia menganggap kejadian itu sebagai pupuk yang akan membuat usahanya semakin subur. Berbagai masalah yang dialaminya itu menjadikan Dayu semakin matang dalam berwirausaha. Teknik pemasaran semakin disempurnakan dan resep pencelupan dupa dijaga ketat.

Pengusaha mikro ini telah berupaya agar harmonis dengan lingkungannya. Di samping menyerap tenaga kerja dari lingkungan, Dayu selalu menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan seperti yang disarankan oleh pembinanya. Sampah memang tidak banyak karena usaha ini tidak membuat dupa dari proses awal, melainkan hanya mencelup dengan aroma tertentu.

IV. Prospek Usaha

Dayu meyakini prospek usaha dupa ini akan tetap cerah di masa depan. Untuk itu, dia rajin mengamati perkembangan model dupa supaya bisa mengikuti selera pasar. Berbagai bentuk dupa mulai dari yang pendek kecil hingga yang besar panjang telah disediakannya. Dayu pun menjaga kontinuitas ketersediaan bahan baku demi kestabilan harga jual dan tingkat keuntungan. Hal ini sangat penting diperhatikan oleh pengusaha mikro mengingat ketatnya persaingan dan terjadinya fluktuasi harga.

Untuk pengembangan usaha, Dayu sedang berupaya mencari tempat usaha yang lebih luas. Hal ini masih terkendala oleh terbatasnya kemampuan berinvestasi. Dayu ingin menjadi pengusaha besar dengan banyak tenaga kerja agar pengangguran makin berkurang. Oleh karena itu, pemerintah diharapkannya tetap membina usahanya.

Tuesday, March 26, 2013

Kayu Jati dan Batok jadi Obat Nyamuk Bakar


Kayu jati yang dikenal secara ilmiah dengan nama tectona grandis merupakan jenis kayu mutu tinggi yang banyak digunakan untuk furniture. Kayu ini dapat mencapai tinggi 30 – 40 meter.
Batok Kelapa sudah kita kenal dari zaman dulu. Batok kelapa juga banyak digunakan sebagai ukiran di Indonesia. Sifatnya yang keras dan mudah diukir membuat ukiran batok kelapa banyak digandrungi orang.
Kali ini kita tidak membahas detail tentang tanaman diatas hubungannya dengan ukiran atau furniture.
Tahukah anda kalau serutan kayu jati dan batok kelapa banyak digunakan sebagai bahan baku pembuatan obat nyamuk bakar?
Dapat dikatakan hampir 70 % bahan baku pembuatan obat nyamuk bakar dari kedua bahan diatas.
 
Cara pengolahannya sangat sederhana, dimana serutan kayu jati dan batok kelapa digiling dengan mesin giling kemudian diayak dengan saringan dengan mesh 80. Hasil yang keluar dari ayakan ini akan sangat halus dan sudah berbentuk tepung.

Tepung kayu jati dan tepung batok kelapa ini dipakai sebagai media untuk insektisida 

dan parfum yang akan digunakan di obat nyamuk bakar. Kedua tepung ini cocok dipakai untuk obat nyamuk bakar karena sifatnya yang mudah terbakar.
Tepung kayu jati berfungsi untuk memastikan obat nyamuk bakar tetap terbakar sedangkan tepung batok kelapa berfungsi untuk menghaluskan dan menjaga supaya obat nyamuk terbakar tidak terlalu cepat.

Seiring berkembangnya pabrik obat nyamuk di Indonesia, kebutuhan tepung kayu jati dan tepung batok kelapa makin banyak. Hal ini mengakibatkan tepung kayu jati menjadi barang langka. Pada perkembangannya akhirnya serutan kayu lain dicampurkan dengan kayu jati. Bahkan ada juga kayu yang tidak mengandung kayu jati sama sekali. Jenis kayu lain yang dipakai untuk pembuatan obat nyamuk bakar diantaranya adalah:

  1. Kayu Meranti
  2. Kayu Damar laut
  3. Kayu Bengkirai
  4. Kayu Mahoni
  5. Kayu Durian
  6. Kayu Ulin
  7. Kayu Pinus
  8. dan lain-lain

Yang lebih sulit adalah tepung batok kelapa. Batok kelapa saat ini banyak


dipakai selain untuk kayu bakar, juga dijadikan arang aktif yang penggunaannya saat ini sangat luas.
Hal ini menyebabkan produsen obat nyamuk bakar makin kesulitan mencari sumber material.
Pada perkembangannya pemakaian batok kelapa juga sudah mulai diturunkan dengan menggunakan batok kelapa sawit dan kemiri. Namun pemakaiannya tidak bisa banyak karena disamping sumbernya sedikit pengolahannya lebih sulit.
Saat ini sudah mulai dikembangkan pemakaian sekam padi, juga kayu dengan kehalusan menyerupai batok seperti kayu Ulin.