Showing posts with label Informasi. Show all posts
Showing posts with label Informasi. Show all posts

Saturday, April 11, 2015

-=Welcome to Wood Fluor / Powder Delima Mas Indonesia=-

Dear Hello ! 


We are from Indonesia and we are sell and produce manufacturer the (Grajen) wood flour (sawdust) / wood powder / Teak / Mahogany / Mixed / Borneo Wood / Wood java / albasiah / Merbaung / Trembesi / Camphor / Sticky etc, with a fineness of 60 mesh, 80 mesh, 140 mesh up as a customer request with a production capacity 1000 - 2500 tons per month and Ready to Export for +5000 ton / month to Worldwide Shipment All round the World's. 

We are here to serving you !

shipment3.jpg (360×249)

For more further information 

Please Call us now on Here

Friday, December 19, 2014

Jual / Produsen Tepung Kayu Jati Mesh 60 - Mesh 80 - mes 100 ke atas Kapasitas Besar Terima Order Besar


Grajen 80 mesh - kayuserbuk.blogspot.com
Campuran Mahoni, Merbaung, Kamper, Trembesi [Kayu Keras]

Grajen 80 mesh - kayuserbuk.blogspot.com
Tepung kayu Jati Campuran Merbaung

Grajen 80 mesh - kayuserbuk.blogspot.com
Tepung kayu Jati Murni

Grajen 80 mesh - kayuserbuk.blogspot.com
Tepung kayu Jati Campuran Mahoni

Grajen 80 mesh - kayuserbuk.blogspot.com
Campuran Mahoni, Merbaung, Kamper, Trembesi [Kayu Keras]

Grajen 80 mesh - kayuserbuk.blogspot.com
Tepung kayu Jati Campuran Mahoni


Jual Tepung Kayu Jati  

Jual Tepung Kayu Jati campuran 

Jual Tepung Kayu Merbaung campuran 

Tepung Lengket 

Mesh : 60 - 80 - 140 Mesh


Grajen 80 mesh - kayuserbuk.blogspot.com
Tepung Kayu Lengket

Grajen 80 mesh - kayuserbuk.blogspot.com
Tepung kayu Jati Campuran Merbaung

Grajen 80 mesh - kayuserbuk.blogspot.com
Campuran Mahoni, Merbaung, Kamper, Trembesi [Kayu Keras]

Grajen 80 mesh - kayuserbuk.blogspot.com
Tepung kayu Jati Campuran Mahoni, Merbaung, Kamper, Trembesi [Kayu Keras]  
Grajen 80 mesh - kayuserbuk.blogspot.com
Tepung kayu Jati Murni

kami  memproduksi Tepung kayu jati  60 - 80 - 140 Mesh .. kapasitas produksi perbulan 120 ton.. dan akan bertambah apabila ada quota permintaan yg besar Insya Allah dapat memenuhi permintaan.

Lokasi : Jawa timur

Kegunaan tepung jati ini : Bahan baku obat nyamuk, Dupa, Kanvas rem, Bricket, Fertilizer dll
banyak lagi..


kayuserbuk.blogspot.com


Grajen 80 mesh - kayuserbuk.blogspot.com
Grajen 80 mesh - kayuserbuk.blogspot.com
Grajen 80 mesh - kayuserbuk.blogspot.com
Grajen 80 mesh - kayuserbuk.blogspot.com


For more further information please contact us ..


Manfaat Wewangian untuk Kesehatan: Dupa wangi Bali

Aroma therapy sudah menjadi salah satu cara untuk pengobatan dalam penyembuhan penyakit.
Berikut ini saya berikan gambaran dan informasi mengenai beberapa manfaat yang akan diperoleh dalam Aroma Wangi untuk kesehatan :



Citronella untuk mengurangi ketegangan, meredakan hidung tersumbat, mengatasi insomnia, dengkur dan migrain.

Eucalyptus (kayu putih) berguna melegakan pernafasan, meringankan masalah hidung sensitif, bronchitis, asma, batuk, pilek, demam dan flu.

Lavender agar mudahkan tidur, meredakan kegelisahan, mengatasi depresi, mengurangi perasaan ketegangan.

Teh hijau (green tea) untuk memperbaiki sistem peredaran darah, membantu mengeluarkan dahak dan membersihkan paru-paru. Juga memperlambat proses penuaan.

Sandalwood (cendana) bermanfaat untuk menghilangkan rasa cemas dan aromanya sangat bermanfaat untuk meditasi.

Rose (bunga mawar) untuk menciptakan suasana romantis dan penuh gairah, memperbaiki metabolisme dan sistem peredaran darah, menyeimbangkan hormon, meringankan kepekaan kulit sensitif dan alergi.

Bunga kenanga berguna meringankan tekanan darah tinggi, mengeluarkan sebum pada kulit.

PeppermintAroma yang menyegarkan, membangkitkan suasana, mengurangi sakit perut, ketegangan, dan menyembuhkan sakit kepala.

Lotus (bunga teratai) meningkatkan vitalitas, dan konsentrasi, mengurangi panas dalam, meningkatkan fungsi limpa dan ginjal.

Lemon dapat mengurangi stres dan anti depresi, meningkatkan mood dan merelakskan pikiran serta memberi perasaan segar.

Vanilla dengan aroma lembut dan hangat mampu menenangkan pikiran.
Jasmine (bunga melati) berfungsi sebagai aphrosidiac sensual untuk merangsang dan menciptakan suasana romantis.

Strawberry dapat meningkatkan selera makan, mengurangi penyakit jantung, tekanan darah tinggi dan kanker. (Sumber Republika.co.id )




Di Bali yang terkenal dengan sebutan pulau dewata, wewangian akrab sekali dengan kehidupan sehari-hari. Selain wangi dari bunga-bunga yang dipersembahkan dan dipergunakan untuk persembahyangan, aroma wangi juga tercium dari asap dupa yang mengepul setiap hari. Aroma dupa, dapat digunakan untuk terapi dan meditas sesuai dengan aroma wewangiannya. Namun perlu diperhatikan bahwa aroma yang berlebihan dan kecenderungan menggunakan bahan-bahan kimiawi tidak baik bagi kesehatan. Perlu diwaspadai dan diperhatikan dalam pembelian  dupa yang dipergunakan untuk persembahyangan, utamakan bahan-bahan yang alami dan tidak mengganggu kesehatan.

Alangkah baiknya kita hati-hati, karena jika salah pilih bukannya kesehatan yang diperoleh tetapi sebaliknya, malah sesak nafas dan sakit yang diperoleh, bahkan mungkin sakit lainnya yang berhubungan dengan zat kimia yang kita hirup.

Tepung Kayu, Dari Limbah Jadi Berkah

Tepung Kayu, dari limbah bisa dijadikan beragam produk Berbagai produk industri dan konsumen dapat diturunkan dari berbagai limbah kayu biasa. Mereka memiliki aplikasi dalam produk kayu komposit, sebagai pengisi dalam plastik dan perekat, dan sejumlah produk industri dan konsumen lainnya. Limbah kayu sering yang dibakar (dibakar), fermentasi (untuk membuat metana atau alkohol) atau digunakan dalam bioreaktor (untuk membuat karbon dan hidrogen) untuk produksi energi, bahan bakar atau bahan kimia industri.
Salah satu produk dari limbah penggergajian kayu adalah “tepung kayu”. CV Delima Mas  menyediakan tepung kayu dengan kualifikasi mesh 80 kualitas ekspor untuk kebutuhan anda. Silahkan kontak kami di halaman ini untuk informasi lebih lanjut.



Sehubungan dengan produksi energi, industri hasil hutan mengkonsumsi 85 persen dari semua limbah kayu yang digunakan untuk produksi energi di Amerika Serikat. Penggunaan luas dari sumber daya biomassa akan langsung menguntungkan banyak perusahaan hasil hutan yang pertumbuhannya menghasilkan residu lebih dari yang mereka gunakan secara internal. Ini kelebihan bahan memiliki potensi untuk menjadi dasar bagi usaha mendukung ekspansi ke produk komposit-bahan manufaktur dan skema pemanfaatan co-produk serupa nilai tambah. Sebagian besar produksi listrik dari biomassa yang dikonsumsi di tempat, dengan beberapa produsen menjual kelebihan daya ke dalam grid publik. Secara keseluruhan, 70 persen atau lebih dari daya limbah kayu adalah co-dihasilkan dengan panas proses industri.

Berbagai dampak sosial akibat dari penggunaan biomassa untuk pembangkit listrik. Kekuatan pasar berubah bagaimana industri listrik AS fundamental beroperasi. Limbah kayu dan biomassa pertanian, tenaga angin, limbah kota dan sejumlah bahan baku lainnya membentuk kembali bagaimana listrik diproduksi, didistribusikan, dibeli dan dijual. Daya pemasar dipaksa untuk menawarkan listrik ramah lingkungan, termasuk bio-kekuatan yang, setidaknya sebagian, co-dihasilkan dari pembakaran halaman perkotaan dan limbah kayu konstruksi.

Pemain baru yang penting mungkin masyarakat pertanian. Penggunaan residu tanaman, pupuk ternak dan rotasi pendek-intensif-budaya (SRIC) penanaman tumbuh cepat “kayu rumput” spesies pohon sebagai sumber bahan bakar dapat meningkatkan ekonomi pertanian sementara memecahkan beberapa masalah lingkungan yang paling keras di bidang pertanian hari ini. Dalam sistem SRIC, “kayu rumput” spesies dibudidayakan dan kemudian terkelupas di tempat untuk digunakan dalam produksi energi (dengan pembakaran) atau manufaktur produk kayu (komposit). Munculnya tanaman energi untuk produksi listrik adalah pasar pertanian baru. Namun, tanaman ini memberikan konservasi tanah dan manfaat pengelolaan hara tanah dan mungkin tidak kompatibel dengan program insentif konservasi pemerintah set-samping. Peningkatan pemanfaatan kayu-biomassa akan berdampak kelompok lainnya, termasuk arsitektur dan rekayasa perusahaan, konsultan, dan pengolahan dan penanganan vendor peralatan.

Penggunaan – serutan dan Tepung Kayu

Serutan dan serbuk gergaji mungkin reground menjadi tepung kayu, atau tepung kayu dapat pulih seperti ukuran “debu” bahan yang telah disaring dan dipisahkan. Tepung kayu memiliki pasar industri utama di industri pengisi, pengikat dan extender dalam produk industri seperti epoxy resin, pupuk, perekat, bahan penyerap, merasa atap, komponen lembam peledak, keramik, ubin lantai, produk pembersih, pengisi kayu, caulks dan putties, tanah Extenders dan array yang luas dari plastik. Beberapa tepung kayu seperti mesquite dapat digunakan dalam perasa dimakan untuk konsumsi manusia atau hewan peliharaan.

Serutan dan tepung kayu dapat dipasarkan untuk digunakan dalam produk kayu komposit dibentuk atau dilaminasi (misalnya, kursi toilet, meja) dalam bahan otomotif dan minyak dan air isolasi dan produk pemadatan untuk industri pengendalian lingkungan. Kegunaan lain termasuk pengisi, curah serutan, serbuk gergaji, babi bakar (serutan kulit kering), chip daging asap rokok, bahan bakar memasak barbeque dan log perapian komposit. Aplikasi lansekap meliputi taman bermain “pijakan,” berkuda arena dan lainnya “kayu tepi pijakan” (margin keamanan dan material jalan setapak) dan beberapa pameran dan tradeshow aplikasi
Saat ini, penggunaan utama dari serutan kayu kering diterjunkan adalah untuk kuda dan ternak tidur atau kecil aplikasi tempat tidur hewan peliharaan. Ini biasanya mengambil bentuk bahan aromatik dari timur cedar merah, lembut pinus ponderosa, klorofil pinus dan aspen. Dalam beberapa kasus, produk-produk kayu yang dicampur dengan “non-kayu” residu pertanian seperti tongkol jagung. Produk ini dapat dibuat untuk hewan peliharaan tertentu seperti anjing, kucing, hamster dan gerbil atau hewan kecil lainnya. Terkait produk mungkin termasuk liners kotak sampah, semua tisu alami, dan bau dan noda eliminator.

Cara Menghitung Kubikasi Kayu

Bagi anda yang berkecimpung dalam dunia perkayuan, pasti sangat penting bagi anda untuk mengetahui cara menghitung kubikasi kayu. Kubikasi kayu sendiri adalah nilai besaran volume yang ada pada kayu, dan nilai satuannya menggunakan meter kubik (M3). Dengan mengetahui nilai kubikasi dari sebuah kayu, maka kita juga dapat menafsir atau mengetahui harga kayu tersebut berdasarkan nilai kubikasinya.



Cara yang digunakan untuk menghitung kubikasi pada kayu log atau gelondong berbeda dengan cara untuk menghitung kubikasi kayu gergajian atau kayu yang sudah berbentuk papan. Hal ini dikarenakan secara fisik bentuk antara keduanya berbeda. Jadi masing-masing mempunyai rumus sendiri-sendiri untuk menghitung nilai kubikasinya.

Untuk cara menghitung kubikasi kayu log atau gelondong
rumus yang biasa digunakan adalah (P x D x D x 0,7854) : 10.000 = nilai kubikasi

Keterangan :

cara menghitung kubikasi kayu P adalah panjang kayu yang dinyatakan dalam satuan meter
D adalah diameter kayu yang dinyatakan dalam satuan cm
Contoh kasus : Jika seseorang akan membeli sebuah kayu yang masih berupa gelondong dengan ukuran diameter 25 cm dan panjangnya 2 meter maka, jika menggunakan rumus di atas, nilai kubikasi yang terdapat pada kayu adalah (2 x 25 x 25 x 0,7854) : 10.000 = 0,098175 M3.

Jadi, besarnya nilai kubikasi pada satu gelondong kayu yang akan dibeli oleh orang tersebut sebesar 0,098175 atau hampir sepersepuluh kubik.

Nb: Nilai kubikasi kayu yang diperoleh dengan menggunakan rumus ini hampir sama (sedikit lebih rendah) dengan nilai kubikasi kayu yang ada pada tabel kubikasi kayu log perhutani. Atau jika anda tidak ingin capek-capek menghitung dengan menggunakan rumus, anda bisa melihat langsung pada tabel milik perhutani di tabel kubikasi perhutani.

Sedangkan untuk rumus atau cara menghitung kubikasi kayu gergajian atau papan
rumus yang digunakan adalah (T x L x P) : 10.000 = nilai kubikasi
Keterangan :

T adalah tebal papan kayu yang dinyatakan dalam satuan cm
L adalah lebar papan kayu yang dihitung dalam satuan cm
P adalah panjang papan kayu yang dihitung dalam satuan meter
Contoh kasus : pada satu papan kayu dengan ukuran tebal 4 cm, lebar 25 cm dan panjang 2 meter, maka besarnya kubikasi pada papan kayu tersebut jika menggunakan rumus di atas adalah (4 x 25 x 2) : 10.000 = 0,02 M3 atau butuh 50 lembar papan untuk mencapai satu kubik.

Cara-cara menghitung kubikasi kayu di atas tidak hanya untuk jenis-jenis kayu tertentu melainkan bisa diterapkan pada semua jenis kayu komersial lainnya, seperti kayu jati, kayu sengon, kayu mindi, kayu mahoni dll.

Prosedur Pembuatan Kampas Rem dari Serbuk Kayu

Prosedur-prosedur pelaksanaan pembuatan kampas rem sepeda motor dengan penguat serabut kelapa dan serbuk kayu adalah sebagai berikut :



Persiapan alat dan bahan. Bahan meliputi bahan baku produk (serbuk kayu/tepung kayu, serbuk serbut kelapa, resin 208b, katalis, vaselin, lem besi, rem sepeda motor bekas yang sisa kampasnya telah dibersihkan) dan bahan cetakan (plat baja, timbangan badan, ulir baja, mur dan baut) serta katoda las. Peralatan meliputi alat mekanik (gergaji besi, palu, gerinda, mesin drill, dll), perangkat las busur listrik.

Pembuatan cetakan. Cetakan terdiri dari alat penekan dan cetakan produk. Alat penekan didesain dengan bentuk seperti alat penekan tambal ban yang bocor. Hanya saja, untuk ujung penekan dari alat penekan ini (mata penekan), digunakan rem sepeda motor bekas yang tidak berkampas. Cetakan produk dibuat dari plat besi agar cukup kuat menerima pembebanan dari alat penekan. Dalam desain cetakan produk kampas rem, plat besi dibentuk mengikuti bentuk lengkungan kampas rem. Sehingga nantinya pas dengan ujung penekannya yaitu rem sepeda motor bekas yang tidak berkampas.

 Prinsip kerjanya adalah bahan yang akan dicetak diberi tekanan yang besarnya tertentu dengan tujuan memperoleh persebaran partikel penguat dalam matriks yang lebih uniform sehingga didapatkan padatan kampas rem yang baik. Selain itu untuk menjaga agar kualitas bahan dari produk yang satu dengan yang lain sama maka penekanan harus sama besar.

Pencampuran bahan. Serbuk kayu dan serbuk serabut kelapa dihaluskan (diselep) dan disaring dengan saringan 50 mesh kemudian keduanya dicampur dengan perbandingan 40 : 60. (Serbuk kayu = 40 dan serbuk serabut kelapa = 60). Resin 208b (tak jenuh) dituangkan ke dalam gelas ukur dan dituang ke campuran serbuk kayu dan serabut kelapa dan diaduk hingga persebaran partikel merata. 

Fraksi volume campuran serbuk kayu dan serbuk serabut kelapa dalam resin adalah 40% atau dengan perbandingan 40 : 60. ( campuran serbuk kayu dan serabut kelapa = 40, resin = 60). Kemudian dituangkan katalis secukupnya, diaduk hinggá katalis menyebar merata, dan diaduk terus samapai dituang ke cetakan.

Pencetakan. Proses hasil dari pencampuran kemudian dituang secara merata ke dalam cetakan produk yang sebelumnya, permukaan bagian dalamnya telah diolesi vaseline secukupnya, kemudian sesegera mungkin diberi penekanan dengan alat penekan. Setelah itu bahan didiamkan selama beberapa waktu dengan maksud memberikan waktu bagi katalis untuk bereaksi dengan bahan. Lama waktu yang dibutuhkan tergantung dari banyaknya katalis yang ditambahkan pada bahan. Semakin banyak katalis dalam bahan semakin cepat reaksi terjadi sehingga semakin cepat bahan memadat.

Pengeluaran produk dari cetakan.

Kampas rem kemudian dilem dengan menggunakan lem besi dan dilekatkan dengan rem yang tidak berkampas yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Setelah dilekatkan, kampas rem dirapikan ketebalannya hingga sekiranya muat dengan ruang rem pada sepeda motor. Dalam proses ini dapat digunakan gerinda.

Potensi dan Pemanfaatan Limbah Serbuk Kayu

Kebutuhan manusia akan kayu sebagai bahan bangunan baik untuk keperluan konstruksi, dekorasi, maupun furniture terus meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk. Kebutuhan kayu untuk industri perkayuan di Indonesia diperkirakan sebesar 70 juta m3 per tahun dengan kenaikan rata-rata sebesar 14,2 % per tahun sedangkan produksi kayu bulat diperkirakan hanya sebesar 25 juta m3 per tahun, dengan demikian terjadi defisit sebesar 45 juta m3 (Priyono,2001). Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya daya dukung hutan sudah tidak dapat memenuhi kebutuhan kayu.



Keadaan ini diperparah oleh adanya komversi hutan alam menjadi lahan pertanian, perladangan berpindah, kebakaran hutan, praktek pemanenan yang tidak efisen dan pengembangan infrastruktur yang diikuti oleh perambahan hutan. Kondisi ini menuntut penggunaan kayu secara efisien dan bijaksana, antara lain melalui konsep the whole tree utilization, disamping meningkatkan penggunaan bahan berlignoselulosa non kayu, dan pengembangan produk-produk inovatif sebagai bahan bangunan pengganti kayu.

Patut disayangkan, sampai saat ini kegiatan pemanenan dan pengolahan kayu di Indonesia masih menghasilkan limbah dalam jumlah besar. Purwanto dkk, (1994) menyatakan komposisi limbah pada kegiatan pemanenan dan industri pengolahan kayu adalah sebagai berikut :

Pada pemanenan kayu, limbah umumnya berbentuk kayu bulat, mencapai 66,16%
Pada industri penggergajian limbah kayu meliputi serbuk gergaji 10,6&. Sebetan 25,9% dan potongan 14,3%, dengan total limbah sebesar 50,8% dari jumlah bahan baku yang digubakan
Limbah pada industri kayu lapis meliputi limbah potongan 5,6%, serbuk gergaji 0,7%, sampah vinir basah 24,8%, sampah vinir kering 12,6% sisa kupasan 11,0% dan potongan tepi kayu lapis 6,3%. Total limbah kayu lapis ini sebesar 61,0% dari jumlah bahan baku yang digunakan.

Data Departemen Kehutanan dan Perkebunan tahun 1999/2000 menunjukkan bahwa produksi kayu lapis Indonesia mencapai 4,61 juta m3 sedangkan kayu gergajian mencapai 2,06 juta m3. Dengan asumsi limbah yang dihasilkan mencapai 61% maka diperkirakan limbah kayu yang dihasilkan mencapai lebih dari 5 juta m3 (BPS, 2000).

Limbah Serbuk Kayu

Limbah kayu berupa potongan log maupun sebetan telah dimanfaatkan sebagai inti papan blok dan bahan baku papan partikel. Adapun limbah berupa serbuk gergaji pemanfaatannya masih belum optimal.

Untuk industri besar dan terpadu, limbah serbuk kayu gergajian sudah dimanfaatkan menjadi bentuk briket arang dan arang aktif yang dijual secara komersial. Namun untuk industri penggergajian kayu skala industri kecil yang jumlahnya mencapai ribuan unit dan tersebar di pedesaan, limbah ini belum dimanfaatkan secara optimal. Sebagai contoh adalah pada industri penggergajian di Jambi yang berjumlah 150 buah yang kesemuanya terletak ditepi sungai Batanghari, limbah kayu gergajian yang dihasilkan dibuang ke tepi sungai tersebut sehingga terjadi proses pendangkalan dan pengecilan ruas sungai (Pari, 2002).

Pada industri pengolahan kayu sebagian limbah serbuk kayu biasanya digunakan sebagai bahan bakar tungku, atau dibakar begitu saja tanpa penggunaan yang berarti, sehingga dapat menimbulkan pencemaran lingkungan (Febrianto,1999). Dalam rangka efisiensi penggunaan kayu perlu diupayakan pemanfaatan serbuk kayu menjadi produk yang lebih bermanfaat.

Tuesday, March 26, 2013

Jual / Produsen Tepung Kayu Jati Mesh 60 - Mesh 80 - mes 100 ke atas Kapasitas Besar Terima Order Besar



Jual Tepung Kayu Jati  

Jual Tepung Kayu Jati campuran 

Jual Tepung Kayu Merbaung campuran 

Tepung Lengket 

Mesh : 60 - 80 - 140 Mesh Kapasitas 120 Ton perbulan

kami  memproduksi Tepung kayu jati  60 - 80 - 140 Mesh .. kapasitas produksi perbulan 120 ton.. dan akan bertambah apabila ada quota permintaan yg besar Insya Allah dapat memenuhi permintaan.

Lokasi : Jawa timur

Kegunaan tepung jati ini : Bahan baku obat nyamuk, Dupa, Kanvas rem, Bricket dll
banyak lagi..












PEMBUATAN BRIKET BIOARANG DARI ARANG SERBUK GERGAJI KAYU JATI

Abstract

[img]PDF
131Kb

Kebutuhan energi di Indonesia dipenuhi oleh bahan bakar minyak. Untuk rumah tangga sebagian besar kebutuhan energinya mengandalkan minyak dan gas elpiji. 

Oleh karena itu, usaha untuk mencari bahan bakar alternatif yang dapat diperbarui (renewable), ramah lingkungan dan bernilai ekonomis,semakin banyak dilakukan. Serbuk gergaji kayu jati belum termanfaatkan sepenuhnya, padahal serbuk gergaji kayu jati merupakan biomasa dengan nilai kalor yang relatif besar. Apabila serbuk gergaji kayu jati tersebut dipirolisis kemudian arang yang terbentuk dicampur dengan bahan perekat lem dari tepung kanji, maka akan menjadi briket sebagai bahan bakar alternatif yang dapat terbarukan. 

Proses pembuatan briket diawali dengan cara mengeringkan serbuk gergaji, kemudian di ayak dengan alat pengayak untuk mendapatkan ukuran partikel tertentu, setelah itu serbuk gergaji dipirolisis dengan alat pirolisis. Arang yang telah terbentuk dari hasil pirolisis dicampur dengan perekat lem tepung kanji setelah itu dicetak dengan alat pres. 

Faktor perubah yang digunakan dalam penelitian ini adalah ukuran partikel serbuk gergaji yaitu 40, 60, 80, 100 mesh dan perbandingan berat lem kanji dengan berat arang yaitu 0,3 bagian; 0,5 bagian; 0,7 bagian dan 0,9 bagian. Dan faktor tetapnya adalah massa arang serbuk gergaji 10 gram, untuk proses pembakaran waktu pirolisis 3 jam, tekanan pengempaan untuk briket 20 kali gaya tekan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kuat tekan yang paling tinggi diperoleh pada variable ukuran partikel serbuk gergaji kayu jati 100 mesh, dengan perbandingan berat lem kanji dan berat arang 0,9 bagian yaitu sebesar 0,0152 kN/cm2 dan nilai kalornya sebesar 5786,37 kal/g.

Kayu Jati dan Batok jadi Obat Nyamuk Bakar


Kayu jati yang dikenal secara ilmiah dengan nama tectona grandis merupakan jenis kayu mutu tinggi yang banyak digunakan untuk furniture. Kayu ini dapat mencapai tinggi 30 – 40 meter.
Batok Kelapa sudah kita kenal dari zaman dulu. Batok kelapa juga banyak digunakan sebagai ukiran di Indonesia. Sifatnya yang keras dan mudah diukir membuat ukiran batok kelapa banyak digandrungi orang.
Kali ini kita tidak membahas detail tentang tanaman diatas hubungannya dengan ukiran atau furniture.
Tahukah anda kalau serutan kayu jati dan batok kelapa banyak digunakan sebagai bahan baku pembuatan obat nyamuk bakar?
Dapat dikatakan hampir 70 % bahan baku pembuatan obat nyamuk bakar dari kedua bahan diatas.
 
Cara pengolahannya sangat sederhana, dimana serutan kayu jati dan batok kelapa digiling dengan mesin giling kemudian diayak dengan saringan dengan mesh 80. Hasil yang keluar dari ayakan ini akan sangat halus dan sudah berbentuk tepung.

Tepung kayu jati dan tepung batok kelapa ini dipakai sebagai media untuk insektisida 

dan parfum yang akan digunakan di obat nyamuk bakar. Kedua tepung ini cocok dipakai untuk obat nyamuk bakar karena sifatnya yang mudah terbakar.
Tepung kayu jati berfungsi untuk memastikan obat nyamuk bakar tetap terbakar sedangkan tepung batok kelapa berfungsi untuk menghaluskan dan menjaga supaya obat nyamuk terbakar tidak terlalu cepat.

Seiring berkembangnya pabrik obat nyamuk di Indonesia, kebutuhan tepung kayu jati dan tepung batok kelapa makin banyak. Hal ini mengakibatkan tepung kayu jati menjadi barang langka. Pada perkembangannya akhirnya serutan kayu lain dicampurkan dengan kayu jati. Bahkan ada juga kayu yang tidak mengandung kayu jati sama sekali. Jenis kayu lain yang dipakai untuk pembuatan obat nyamuk bakar diantaranya adalah:

  1. Kayu Meranti
  2. Kayu Damar laut
  3. Kayu Bengkirai
  4. Kayu Mahoni
  5. Kayu Durian
  6. Kayu Ulin
  7. Kayu Pinus
  8. dan lain-lain

Yang lebih sulit adalah tepung batok kelapa. Batok kelapa saat ini banyak


dipakai selain untuk kayu bakar, juga dijadikan arang aktif yang penggunaannya saat ini sangat luas.
Hal ini menyebabkan produsen obat nyamuk bakar makin kesulitan mencari sumber material.
Pada perkembangannya pemakaian batok kelapa juga sudah mulai diturunkan dengan menggunakan batok kelapa sawit dan kemiri. Namun pemakaiannya tidak bisa banyak karena disamping sumbernya sedikit pengolahannya lebih sulit.
Saat ini sudah mulai dikembangkan pemakaian sekam padi, juga kayu dengan kehalusan menyerupai batok seperti kayu Ulin.

Metode Pembuatan Briket Serbuk Gergaji dari Kayu Jati yang Sederhana


Pemerintah kembali berencana mengurangi lagi subsidi BBM sebagai dampak defisitnya APBN. Kebijakan tersebut tentunya berimbas pada naiknya kebutuhan rumah tangga, seperti gas dan minyak tanah. Akibatnya, kebutuhan rumah tangga lainnya juga akan menyusul naik.



Mahasiswa Teknik Lingkungan FTSP Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Eva Hapsari yang dibantu oleh Annisa, berupaya mencari jalan keluar masalah tersebut khususnya bagi warga masyarakat Panggungharjo Sewon Bantul, dengan menciptakan bahan bakar alternatif pengganti minyak tanah dan gas, yaitu dengan pembuatan briket serbuk gergaji.

Briket sendiri adalah bahan bakar karbon dalam suatu bentuk yang variatif di produksi dari limbah bahan organik maupun turunannya yang masih mengandung sejumlah energi. Penggunaan serbuk gergaji sebagai bahan dasar briket diambil karena di dalam kayu terdapat rantai karbon yang sangat berperan dalam proses pembakaran. Serbuk gergaji yang diambil dalam penelitian ini berasal dari limbah industri kayu yang dibuang begitu saja tanpa ada pengolahan limbah secara optimal, sehingga limbah tersebut bisa di daur ulang dan dimanfaatkan kembali.

Karya dua mahasiswi FTSP UII penerima Beasiswa Unggulan dari BKPLN Kemendiknas ini juga menjadi salah satu topik yang diangkat dalam acara Seminar Nasional IBE (Innovation on Built Environment) FTSP UII, di Kampus Terpadu UII, pada 24 Desember 2010.

Image


“Pembuatan briket serbuk gergaji dari kayu jati ini menggunakan metode yang sangat sederhana karena bahan-bahan yang digunakan mudah dijangkau dan didapat oleh masyarakat”, kata Eva Hapsari.

Prosesnya, lanjut Eva, dimulai dengan mencampurkan air dan tepung kanji (1:9) lalu direbus hingga mendidih. Setelah itu, serbuk gergaji dicampurkan ke dalam adonan lem kanji, lalu diaduk hingga merata. Siapkan potongan bambu berukuran 10 cm untuk cetakan adonan yang telah dibuat lalu tunggu serbuk gergaji hingga kering. Kemudian cetakan dilepas lalu di keringkan kembali dan siap untuk disajikan.

“Perbandingan (1:9) itu sendiri penting diperhatikan untuk mendapatkan hasil yang optimal dari segi kepekatan”, tambah Eva.

Untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal, penelitian yang dilakukan ini menggunakan tiga variabel, yakni briket serbuk gergaji, briket serbuk gergaji yang dilumasi oli, dan briket serbuk gergaji yang dilumasi minyak goreng. Ketiganya dipanaskan dan dibakar layaknya penggunaan arang.

Pencampuran briket dengan oli dan minyak goreng akan memperbesar pori-pori sehingga akan mempermudah udara masuk ke dalam briket yang mengakibatkan cepatnya reaksi oksidasi (pembakaran). “Terbukti bahwa briket serbuk gergaji lebih cepat menyala kurang lebih 20 menit dan tahan lama. Hal ini dikarenakan rantai karbon dan Massa Relatif (MR) oli lebih pendek dari pada minyak goreng sehingga penyalaan bisa lebih lama dan awet”, ujar Eva menjelaskan.

Pakar Lingkungan UII, Dr-Ing. Widodo Brontowiyono menilai penelitian ini memiliki nilai ganda. Banyak manfaat yang bisa diperoleh dari serbuk gergaji ini. Selain sebagai alternatif bahan bakar pengganti minyak tanah, bahan ini juga berguna untuk meminimalisir sampah industri, solusi nilai ekonomi masyarakat khususnya menengah ke bawah, hingga terciptanya peluang bisnis.

“Jadi briket dari serbuk gergaji merupakan salah satu solusi sebagai bahan bakar alternatif pengganti minyak tanah yang efisien. Sangat disayangkan apabila sampah yang bisa dimanfaatkan untuk banyak hal, dibiarkan begitu saja tanpa adanya daur ulang”, kata Dosen Prodi Teknik Lingkungan menegaskan.

Kepada Humas UII, Dr.Ing. Widodo Brontowiyono yang juga merupakan pembimbing karya dua mahasiswi UII tersebut menyampaikan, penelitian yang dilakukan ini akan didorong untuk diteruskan ke karya yang lebih detail lagi sehingga akan mempermudah untuk menuju pencapaian Hak Paten.

“Penelitian ini sangat berharga untuk mengatasi problem masyarakat. Oleh karena itu, pihak UII akan berusaha membantu mencarikan dana untuk meneruskan penelitian lanjutannya”, lanjut juga sebagai Direktur Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) UII itu.

Sumber: uii.ac.id

Pemanfaatan Tepung Kayu dan Serat Kelapa untuk Pembuatan Kampas Rem Sepeda Motor.

Pada umumnya, kampas rem sepeda motor terbuat dari bahan asbestos dan unsur-unsur tambahan lainnya seperti SiC, Mn atau Co. Berdasarkan proses pembuatannya, brakeshoes (kampas rem) sepeda motor, termasuk pada “particulate composite”. Komposit jenis ini, bahan penguatnya (reinforced) terdiri atas partikel yang tersebar merata dalam matriks yang berfungsi sebagai pengikat, sehingga menghasilkan bentuk solid yang baik. Melalui proses penekanan sekaligus pemanasan pada saat pencetakan (sintering) akan dihasilkan kekuatan, kekerasan serta gaya gesek yang semakin meningkat. Pemanasan dilakukan pada temperatur berkisar antara 130oC – 150oC, yang menyebabkan bahan tersebut akan mengalami perubahan struktur dimana antara partikel satu dengan yang lain saling melekat serta akan diperoleh bentuk solid yang baik dan matriks pengikat yang kuat. (Sulistijono, 2004). Proses fabrikasi seperti ini kemudian mengakibatkan harga jual kampas rem cukup mahal. 

Penggunaan asbes dalam pembuatan kampas rem tidak ramah lingkungan karena memiliki dampak negatif bagi kesehatan yaitu dapat menyebabkan asbestosis/ fibrosis (penebalan dan luka gores pada paru-paru), kanker paru-paru dan kanker saluran pernapasan. (Anoname. 1981). Sebenarnya brakeshoes sepeda motor dapat dibuat dengan memanfaatkan sampah serabut kelapa dan serbuk kayu sebagai penguatnya dan resin polyester sebagai matriksnya. Selain ramah lingkungan, pemanfaatan sampah serabut kelapa dan serbuk kayu dalam pembuatan kampas rem sepeda motor memiliki kelebihan dalam hal harga produksinya yang lebih murah dibandingkan kampas rem berbahan asbestos. 

Hal ini berhubungan dengan masalah pencemaran lingkungan, khususnya yang diakibatkan sampah serbuk kayu dan sabut kelapa dimana kurang dimanfaatkan. (Harjadi dan Prasetyo, 2006). Contoh kasus masalah pencemaran lingkungan jenis ini adalah seperti yang terjadi di daerah Pekanbaru dimana Pemkot Pekanbaru melakuan upaya hukum terhadap sejumlah perusahaan yang diduga membuang limbah limbah serbuk kayu di Sungai Siak yang menyebabkan ratusan ribu ikan berbagai jenis termasuk udang di kawasan sungai itu mati (Tempo, 11 Juni 2003). Masalah yang sama terjadi di daerah Kapuas. Dari hasil perhitungan yang dilakukan tim Dinas Kehutanan Kapuas bersama petugas kehutanan Kapuas diketahui bahwa jumlah (kubikasi) serbuk kayu ramin adalah sebanyak 177.1346 m3 dan serbuk kayu meranti sebanyak 319.825 m3. Jumlah yang demikian banyak ini ternyata sama sekali tidak dimanfaatkan sehingga hanya merusak lingkungan sekitarnya. (Kompas, 6 April 2001).

Selama tahun 2005, masyarakat Medan mengeluhkan pencemaran lingkungan akibat limbah serbuk kayu dari perusahaan Indokarya Tetap Cemerlang (ITC) dan mengadukannya kepada Dinas LH dan ESDM Medan. Limbah tersebut mencemari produk makanan dari PT Medan Canning, sehingga ditemukan serbuk kayu pada produk makanan tersebut. (Waspada, 28 Desember 2005). Di Jawa Timur, Pabrik kayu PT Sengon Kondang Nusantara (SKN) menerima komplain masyarakat karena limbah yang dihasilkannya yang berupa debu bercampur serbuk kayu mengganggu lingkungan sekitar. Dampak polusi tersebut mengganggu aktivitas masyarakat Desa Sidoagung, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang. (Suara Merdeka, 12 Agustus 2003). Bahan-bahan tersebut (serbuk kayu dan serabut kelapa) memang terlihat tidak berguna dan tidak memiliki nilai ekonomi karena hanya bisa menjadi sampah dan merusak lingkungan, padahal sebenarnya kita dapat memanfaatkannya sebagai bahan alternatif pembuatan kampas rem sepeda motor.

PEMBUATAN PRODUK

Prosedur-prosedur pelaksanaan pembuatan kampas rem sepeda motor dengan penguat serabut kelapa dan serbuk kayu adalah sebagai berikut :

1. Persiapan alat dan bahan. Bahan meliputi bahan baku produk (serbuk kayu, serbuk serbut kelapa, resin 208b, katalis, vaselin, lem besi, rem sepeda motor bekas yang sisa kampasnya telah dibersihkan) dan bahan cetakan (plat baja, timbangan badan, ulir baja, mur dan baut) serta katoda las. Peralatan meliputi alat mekanik (gergaji besi, palu, gerinda, mesin drill, dll), perangkat las busur listrik.

2. Pembuatan cetakan. Cetakan terdiri dari alat penekan dan cetakan produk. Alat penekan didesain dengan bentuk seperti alat penekan tambal ban yang bocor. Hanya saja, untuk ujung penekan dari alat penekan ini (mata penekan), digunakan rem sepeda motor bekas yang tidak berkampas. Cetakan produk dibuat dari plat besi agar cukup kuat menerima pembebanan dari alat penekan. Dalam desain cetakan produk kampas rem, plat besi dibentuk mengikuti bentuk lengkungan kampas rem. Sehingga nantinya pas dengan ujung penekannya yaitu rem sepeda motor bekas yang tidak berkampas. Prinsip kerjanya adalah bahan yang akan dicetak diberi tekanan yang besarnya tertentu dengan tujuan memperoleh persebaran partikel penguat dalam matriks yang lebih uniform sehingga didapatkan padatan kampas rem yang baik. Selain itu untuk menjaga agar kualitas bahan dari produk yang satu dengan yang lain sama maka penekanan harus sama besar.


Gambar 1. cetakan produk kampas rem


3. Pencampuran bahan. Serbuk kayu dan serbuk serabut kelapa dihaluskan (diselep) dan disaring dengan saringan 50 mesh kemudian keduanya dicampur dengan perbandingan 40 : 60. (Serbuk kayu = 40 dan serbuk serabut kelapa = 60). Resin 208b (tak jenuh) dituangkan ke dalam gelas ukur dan dituang ke campuran serbuk kayu dan serabut kelapa dan diaduk hingga persebaran partikel merata. Fraksi volume campuran serbuk kayu dan serbuk serabut kelapa dalam resin adalah 40% atau dengan perbandingan 40 : 60. ( campuran serbuk kayu dan serabut kelapa = 40, resin = 60). Kemudian dituangkan katalis secukupnya, diaduk hinggá katalis menyebar merata, dan diaduk terus samapai dituang ke cetakan.

Gambar 2. Campuran serbuk serabut kelapa dan serbuk kayu

4. Pencetakan. Proses hasil dari pencampuran kemudian dituang secara merata ke dalam cetakan produk yang sebelumnya, permukaan bagian dalamnya telah diolesi vaseline secukupnya, kemudian sesegera mungkin diberi penekanan dengan alat penekan. Setelah itu bahan didiamkan selama beberapa waktu dengan maksud memberikan waktu bagi katalis untuk bereaksi dengan bahan. Lama waktu yang dibutuhkan tergantung dari banyaknya katalis yang ditambahkan pada bahan. Semakin banyak katalis dalam bahan semakin cepat reaksi terjadi sehingga semakin cepat bahan memadat.

5. Pengeluaran produk dari cetakan.

6. Kampas rem kemudian dilem dengan menggunakan lem besi dan dilekatkan dengan rem yang tidak berkampas yang telah dipersiapkan sebelumnya.

7. Setelah dilekatkan, kampas rem dirapikan ketebalannya hingga sekiranya muat dengan ruang rem pada sepeda motor. Dalam proses ini dapat digunakan gerinda.

Gambar 3. Produk kampas rem

PENGUJIAN KELAYAKAN

Untuk memenuhi kelayakan penggunaan produk kampas rem ini, sebelumnya spesimen-spesimen kampas rem telah mengalami berbagai pengujian untuk mengetahui sifat mekanik dan kinerjanya sehingga dapat dibandingkan kualitasnya dengan kampas rem berbahan asbestos. Setiap pengujian dilakukan sebanyak tiga kali demi kepentingan validitas data. Pengujian-pengujian yang dimaksud meliputi :

1. Pengujian tarik

Pengujian tarik mengacu pada standarisasi ASTM D 638M-84. (Annual Book of ASTM Standart, 1986). Melalui uji tarik dapat diketahui nilai tensile strenght dari bahan uji. 


Gambar 4. Alat uji tarik dan dimensi spesimennya

Dari hasil pengujian diperoleh beberapa karakteristik mekanik dari bahan yaitu tensile strength (kekuatan tarik) sebesar 2,75 kg/mm2.


2. Pengujian kekerasan

Pada pengujian kekerasan spesimen kampas rem ini digunakan pengujian kekerasan vickers. Karena pada pengujian kekerasan vickers dapat diukur kekerasan bahan mulai dari yang sangat lunak (5 HV) sampai dengan yang amat keras (1500 HV). Prinsip pengujian kekerasan vickers adalah menekan spesimen dengan indentor (intan yang berbentuk piramid dengan sudut puncak antara dua sisi yang berhadapan adalah 136o) pada permukaannya sehingga timbul tapak tekan. Terlihat pada gambar 5. (Suherman, 1987).

Angka kekerasan vickers dihitung dengan rumus : HV = 1,854 P/d2, dimana P = gaya tekan (kg) dan d = diameter tapak tekan (mm). Spesimen akan dikenakan 3 kali pembebanan yang berbeda yaitu 30 kg, 3 kg dan 10 kg.


Gambar 5. Indentasi piramid intan pada pengujian kekerasan vickers (kiri) dan spesimen uji hardness (kanan)

Dari hasil pengujian diketahui bahwa kekerasan Vickers bahan sebesar 1020,2033 kg/mm2.

3. Pengujian abrasivitas

Pengujian abrasi dilakukan untuk memperoleh besarnya ketahanan spesimen terhadap penggesekan. Spesimen uji (kampas rem) ditekan pada gerinda (bergerak memutar searah dengan jarum jam dan kecepatan konstan) dengan tekanan yang konstan. Terjadinya pergeseran pada permukaan spesimen uji dengan gerinda, mengakibatkan terjadinya pemakanan pada spesimen tersebut. Setelah itu dihitung besarnya material yang hilang pada spesimen tersebut berdasarkan fungsi waktu. (anoname, 2006).

Gambar 6. Mesin pengujian abrasi (kiri) dan spesimen uji abrasi (kanan)

Dari hasil pengujian diketahui bahwa kekerasan abrasive (keausan) sebesar 0.0149 mm/s.


4. Uji Performansi

Uji performansi dilakukan terhadap produk kampas rem siap pakai dimana langsung diuji cobakan pada sepeda motor, kemudian diamati apakah kampas rem ini bekerja dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari nilai decelertion (jarak pengereman – slip – yang diakibatkan kecepatan sepeda motor). Dihitung dengan rumus a = 1,075 v2/s, dimana a = deceleration, v = kecepatan sepeda motor (ft/s), dan s = jarak pengereman (ft). (1986 SAE Handbook). Dalam pengujian ini ditetapkan nilai kecepatan sepeda motor yang digunakan adalah sebesar 45 km/jam (41,0105 ft/s). Dari uji perfomansi untuk menghitung nilai deceleration, diketahui bahwa nilai deceleration dari kampas rem serbuk kayu - serabut kelapa lebih tinggi (452 ft/s2) bila dibandingkan kampas rem berbahan asbestos (176,855 ft/s2). Atau dengan kata lain kampas rem serbuk kayu – serabut kelapa memiliki perlambatan yang lebih baik dibandingkan kampas rem berbahan asbestos.